Penguatan Kapasitas Penyuluh Perkebunan Minsel
Amurang, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian dalam rangka mendukung program hilirisasi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Kegiatan ini dilaksanakan di DnD Cafe & Resto, Amurang, pada hari Rabu, (2/9).
Acara pembukaan Bimtek ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian (Kadis) Kabupaten Minsel Feybie F. Pusung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Lydia E.A. Tulung.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kelsi, Constantijn Simbala, para penyuluh dari CWS, serta penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah Kabupaten Minsel. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan teknis pertanian hingga ke tingkat lapangan.
Materi pertama dalam Bimtek ini disampaikan oleh Hengky Novarianto, yang membahas tentang teknologi perbenihan varietas unggul kelapa. Pemaparan ini memberikan wawasan mendalam mengenai pemilihan bibit berkualitas yang menjadi fondasi utama keberhasilan budidaya kelapa yang produktif.
Sesi kedua disampaikan oleh Nopi L. Barri, dengan tema budidaya kelapa berkelanjutan. Materi ini mengajak para penyuluh untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan tanaman kelapa yang ramah lingkungan, efisien sumber daya, serta tetap menguntungkan secara ekonomi bagi petani.
Penyuluhan terkait pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa disampaikan oleh Arie Alfrits Lolong, Materi ini sangat krusial mengingat kerusakan akibat serangan hama dan penyakit seringkali menjadi faktor penurun hasil yang signifikan jika tidak ditangani secara tepat dan dini.
Sesi keempat membahas teknologi pasca panen hasil samping kelapa, meliputi pemanfaatan air kelapa, sabut, hingga tempurung. Materi ini disampaikan oleh Patrik Markapala Pasang, dan menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kelapa di luar produksi daging buahnya.
Setelah pemaparan materi dari para narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para penyuluh pertanian aktif bertukar pandang, mengajukan permasalahan lapangan, serta mencari solusi praktis yang dapat diterapkan langsung dalam pendampingan kepada kelompok tani kelapa di wilayah masing-masing.
Melalui Bimtek ini, BRMP Sulut berupaya memperkuat kompetensi para penyuluh sebagai garda terdepan dalam penyebaran teknologi pertanian perkebunan. Penyuluh yang mumpuni diharapkan mampu mendampingi petani kelapa dengan lebih profesional, sehingga program hilirisasi perkebunan dapat berjalan efektif dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sulut.